emang bener kita orang kaya?...

bismillahirrahmaanirrahim

"...woi... kalau jalan pake mata donk!!.. hampir aja motor tua lw nyerempet mobil gue nih..! dasar gembel...." ada juga, "kalo kamu mau jadi pacar aqu, kamu harus punya mobil, apartemen, dan sering2 ngajak aqu keluar negri..."

huff, apakan antum pernah mendengar uc...apan seperti ini ato semisalnya gitu?.. ketika harta dan pasangan membutakan hati yang harusnya diisi dengan iman. apakah kekayaan dan kemiskinan dilihat hanya dari kekayaan duniawi? yuk kita bahas arti sesungguhnya siapa yang kaya dan siapa yang miskin dalam arti sebenarnya... semoga antum ridha...

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati.” (HR. Al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

yupz..... sob, kita lihat panutan kita mengatakan seperti itu. contoh nih sob:

ketika antum bersusah payah mencari kerja yang membutuhkan modal besar, dan setelah dapat kerja, antum bersusah payah mengumpulkan uang sehingga antum bisa beli mobil, apartemen,dll. namun suatu ketika antum ada meeting, proyek besar dalam 1 minggu menghasilkan 3 miliyar. hujan turun lebat. terpaksa antum menaiki mobil hasil jerih payah sendiri. dalam kondisi hujan, terjebak macet pula. secara sepintas ada anak kecil busung lapar yang entah beberapa hari belum makan dengan baju lusuh penuh lumpur dan sampah mendekati antum dan meminta sedikit hasil jerih payah yang antum punya. namun karena hujan, antum males membuka kaca dan membiarkan si anak tsb kehujanan menahan perutnya yang lapar. dan disaat bersamaan ada wanita yang kehujanan berlari berusaha mencari tumpangan. dan dengan naluri cowo yang antum punya, antum membukakan pintu untuknya wanita tsb. lalu hujan sedikit reda dan jalan mulai lancar kembali. ketika antum menjalankan mobil, di sudut pojok jalan antum melihat sebuah mobil dengan kecepaan tinggi melaju, dan......"braaaakkkk...." ternyata anak busung lapar itu tertabrak disaat dia membutuhkan sedikit rezeki yang kita punya.


apa yang terbesit di hati antum ketika antum menjadi tokoh dalam cerita di atas? ketika kekayaan antum membawa antum tuk mengantarkan nyawa saudara kita sesama manusia yang sangat membutuhkan harta dari kita? apakah kekayaan duniawi telah membutakan hati kita yang menyebabkan rusaknya akhlaq?

Dari Anas bin Malik radhiallâhu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda: "Tidaklah (sempurna) iman seseorang diantara kalian hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri". (H.R.Bukhari dan Muslim).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam udah nyebutin orang yang pada hakikatnya miskin kok sob lihat yuk.^_^

sabda beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam:“Bukanlah orang yang miskin itu orang yang meminta-minta kepada manusia untuk diberi satu atau dua suap makanan, dan satu atau dua butir kurma. Akan tetapi orang yang miskin itu adalah orang yang tidak memiliki (rasa cukup dalam hatinya yang membuat dirinya tidak meminta-minta kepada orang lain) dan orang yang tidak menyembunyikan keadaannya, sehingga orang bersedekah kepadanya tanpa dia meminta-minta.” (HR. Al-Bukhari no. 1479 dan Muslim no. 1472 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata:“Kecukupan dalam hati akan tumbuh dengan keridhaan terhadap qadha Allah Subhanahu wa Ta’ala dan berserah diri terhadap ketetapan-Nya, meyakini bahwa apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah lebih baik dan kekal, sehingga membawa dirinya berpaling dari tamak dan rakus serta meminta-minta kepada manusia.” (Fathul Bari, 2/277)

nah,, setelah kita tahu akan arti kaya an miskin yang sesungguhnya, masihkah kita rakus, serakah, tamak dll yang menyebabkan kita jatuh dalam kemiskinan yang sesungguhnya...?

masalah kita bukan hanya cinta dan cinta sob, masih banyak masalah lainnya yang kalau kita salah bertindak, akan hancurnya akhlaq dan kepribadian kita sebagai umat muslim.

next time, mari yuk sama-sama kita perbaiki kualitas dan kuantitas diri yang lebih baik lagi, selagi kita mampu tuk mecari dan memberi, why not?.....^_^

wallahu a'lam bisshawwab...

Comments

Popular posts from this blog

Man kaana yu’minu billahi wal yaumil aakhir, fal yaqul khairan au liyasmut

KESEIMBANGAN KATA DALAM AL QUR'AN (bukti Qur'an bukan tulisan Nabi SAW)