Musik dalam Islam
Musik dan lagu merupakan bagian dari seni yang hampir tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia, dari senandung sederhana ibu yang tengah menidurkan anaknya, bunyi-bunyian yang diperdengarkan oleh gembala dalam menggiring ternaknya hingga musik dan lagu yang secara utuh diperdengarkan dalam rangka memberikan hiburan. Tidak satu ummat pun dalam setiap zamannya yang meninggalkan musik dan lagu, begitupun kaum muslimin. Saat pembangunan masjid Nabawi para sahabat berdendang “ Ya Allah...sesungguhnya kehidupan ini adalah kehidupan akhirat...maka ampunilah orang anshar dan muhajirin”, bahkan yang begitu bersejarah adalah senandung wanita-wanita anshar yang menyambut kedatangan Rasulullah dengan mendendangkan Shalawat Badar.
Hati bagaikan seorang raja atau panglima perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala perintah terhadap anggota badan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh ini.” (HR. Bukhari 1/126 dan 4/290-Al Fath, Muslim 1599 dari Nu’man bin Basyir radliyallahu 'anhuma)
Hukum Nyanyian dan Musik dalam Islam
Hati bagaikan seorang raja atau panglima perang yang mengawasi prajurit dan tentaranya. Dari hatilah bersumber segala perintah terhadap anggota badan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : “Ketahuilah bahwa dalam tubuh ini terdapat segumpal daging. Jika ia baik maka baik pula seluruh tubuh ini. Dan sebaliknya apabila ia rusak maka rusak pula seluruh tubuh ini.” (HR. Bukhari 1/126 dan 4/290-Al Fath, Muslim 1599 dari Nu’man bin Basyir radliyallahu 'anhuma)
Comments
Post a Comment
Komentar