Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “man kaana yu’minu billahi wal yaumil aakhir, fal yaqul khairan au liyasmut?” (Barang siapa sudah beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah berkata yang baik atau setidaknya diam). Memang bicara dan diam ada tempatnya masing-masing. Diam pada saat harus bicara, sama buruknya dengan bicara pada saat harus diam. Sebaiknya kita memang harus tahu kapan kita mesti diam dan kapan mesti bicara. Kalau tidak, salah-salah bisa celaka. Antara lain karena kita diam pada saat harus bicara, maka kemungkaran pun akan terus berlangsung dan menyebabkan kerusakan negeri yang sangat parah. Namun sebaliknya, seringkali diam justru jauh lebih bermanfaat ketimbang bicara. Bahkan tidak jarang justru menimbulkan bencana, tidak hanya bagi orang yang bersangkutan, tapi juga kepada orang-orang lain. Perkelahian, bahkan peperangan bisa terjadi akibat omongan yang salah. Dulu, di majelis penguasa yang agung, ketika semua orang yang hadir angkat bicara, dan umumnya m...
bismillahirrahmaanirrahim "...woi... kalau jalan pake mata donk!!.. hampir aja motor tua lw nyerempet mobil gue nih..! dasar gembel...." ada juga, "kalo kamu mau jadi pacar aqu, kamu harus punya mobil, apartemen, dan sering2 ngajak aqu keluar negri..." huff, apakan antum pernah mendengar uc ... apan seperti ini ato semisalnya gitu?.. ketika harta dan pasangan membutakan hati yang harusnya diisi dengan iman. apakah kekayaan dan kemiskinan dilihat hanya dari kekayaan duniawi? yuk kita bahas arti sesungguhnya siapa yang kaya dan siapa yang miskin dalam arti sebenarnya... semoga antum ridha... Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:“Bukanlah kekayaan itu dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu adalah rasa cukup yang ada di dalam hati.” (HR. Al-Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu) yupz..... sob, kita lihat panutan kita mengatakan seperti itu. contoh nih sob: ketika antum bersusah payah mencar...
Abdul Razak Naufal, seorang sarjana Mesir menemukan bahwa kata-kata yang terkandung dalam Quran sangat harmonis dan akurat. Dia mempublikasikan hasil penyelidikannya dalam bukunya yang berjudul "Al-Ijaaz Al-Adady LilQuran Alkarim" (Kemukjizatan dari segi bilangan dalam Quran) yang terdiri dari tiga jilid, mengemukakan sekian banyak contoh tentang keseimbangan jumlah kata-kata dalam Quran. Semua keajaiban itu menunjukkan bukti bahwa ada kekuatan yang mahadahsyat yang melebihi kekuatan manusia., yaitu Allah. Berikut rangkuman/ ringkasan dari hasil penelitiannya tersebut, dimana pembaca bisa membuktikan sendiri secara tepat dengan merujuk pada Kashful-ul-Ayat dari Quran : Keseimbangan antara jumlah bilangan kata berhubungan dengan 'Antonim' (lawan kata) : * Kata 'Hayat' (Hidup) dan 'Maut' (Mati) masing-masing ditemukan sebanyak 145 kali. * Kata 'Al Nafa'a' (Manfaat) dan 'Al Madharrat' (Madharrat) masing-masing sebanyak 50 kali. ...
Comments
Post a Comment
Komentar